Redoks dan Elektrokimia
Yukk, kita akan mempelajari materi kimia tentang redoks dan elektrokimia. Cekidott,, pantengin teruss ya chemisfun yaa :) :)
Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis merupakan sel elektrokimia yang mana energi listrik digunakan untuk menjalankan reaksi redoks yang tidak spontan. Elektrolisis dapat didefinisikan sebagai reaksi peruraian zat menggunakan arus listrik. Prinsip kerja dari sebuah sel elektrolisis adalah menghubungkan kutub negatif dari sumber arus searah dengan katoda dan kutub positif ke anoda, sehingga terjadi potensial yang berlebih dan menyebabkan suatu reaksi redoks yang tidak spontan bisa berlangsung. Elektron akan mengalir dari katode ke anode. Ion - ion positif akan cenderung tertarik ke katode dan juga tereduksi, sedangkan untuk ion - ion negatif akan cenderung tertarik ke anode dan teroksidasi. secara umum, sel elektrolisis ini tersusun dari:
- Sumber listrik arus searah (DC), berupa baterai atau aki.
- Elektroda, anoda dan katoda yang berupa inert atau non inert.
- Elektrolit, zat penghantar listrik berupa asam atau garam.
- Reaksi Reduksi di Katoda
Tidak bergantung dari jenis elektrodanya.
- H+ dari asam akan direduksi menjadi H2
Reduksi kation : H+
Reaksi : 2H+(aq) + 2e → H2 (g)
- Kation dari larutan yang mengandung ion golongan IA, IIA, IIIA dan Mn2+ dalma bentuk larutan tidak mengalami reduksi. H2O yang akan direduksi menurut reaksi :
2H2O(l) + 2e → H2 (g) + 2OH-(aq)
- Kation Lx+ dari lelehan garam IA, IIA, IIIA. Terjadi reduksi kation garam tersebut.
Reaksi : Lx+(aq) + xe → L(s)
- Kation dari garam selain dari golongan IA, IIA,
IIIA, dan Mn2+. Terjadi reduksi kation tersebut.
Reaksi : Lx+(aq) + xe → L(s)
- Reaksi Oksidasi di Anoda
Anoda dari logam aktif (M). Terjadi oksidasi elektroda tersebut.
Reaksi : M(s) → Mx+(aq) + xe
Anoda dari bahan inert (C, Au, atau Pt). Terjadi oksidasi anion atau molekul air dengan ketentuan, yang berada dalam larutan.
- Jika anion dari larutan garam halida (X-). Terjadi oksidasi anion tersebut dengan
Reaksi : 2X-(aq) → X2 (g) + 2e
- Jika anion beroksigen (SO42-, NO3-, CO32-, PO43-) maka reaksi oksidasi air.
Reaksi : 2H2O(l) → O2 (g) + 4H+(aq) + 4e
- Jika anion dari basa (OH-), maka oksidasi ion OH- tersebut.
Reaksi : 4OH-(l) → O2 (g) + 2H2O(l) + 4e
Hukum Faraday
Hukum – hukum elektrolisis
Faraday menyatakan hubungan antara massa zat yang dihasilkan di elektrode
dengan muatan listrik yang disuplai pada elektrolisis. Aspek kuantitatif dari
sel elektrolisis meliputi massa zat hasil, volume gas hasil, jumlah mol
elektron, kuat arus, waktu elektrolisis. Dalam hal ini, hukum Faraday
dinyatakan dalam 2 hukum, yaitu hukum Faraday I dan hukum Faraday II.
- Hukum Faraday I
Menyatakan bahwa massa zat yang diendapkan atau dilarutkan sebanding dengan muatan yang dilewatkan dalam sel dan massa ekivalen zat tersebut. Hukum Faraday I dinyatakan dalam rumusan :
e = Ar/nW = e x i x t
Sehingga hukum Faraday
dapat ditulis sebagai berikut:
W = (Ar/n) x i x t
- Hukum Faraday II
Menyatakan bahwa “massa
zat yang dihasilkan pada suatu elektroda selama elektrolisis berbanding lurus
dengan massa ekivalen (e) zat tersebut.”
Jadi, jika sel
elektrolisis disusun secara seri, didapatkan suatu persamaan:
W1 / W2
= e1 / e2
Sobat chemisfun dapat melihat penerapan dari Elektrokimia mengenai Sel Elektrolisis pada video berikut yaa :
Gimana sobat,, udah bisa dipahami kan materi mengenai Elektrokimia nya ???
Nah, itulah pembahasan pada materi kali ini. Apabila sobat ada pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan, sobat bisa langsung tulis di kolom komentar di bawah yaaa.... See you next time.. :) :)


Komentar
Posting Komentar